Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat: Menyongsong Generasi Emas 2045

Mamuju — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat kembali menggelar Tabligh Akbar bertema “Menyongsong Generasi Emas Tahun 2045”, Sabtu (31/01/2026).  Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid, mengombinasikan pertemuan luring dan daring, guna memperluas jangkauan dakwah dan edukasi kepada masyarakat.

Tabligh Akbar tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Lembaga Pernikahan dan Pembinaan Keluarga Sakinah, Anak, dan Remaja Wahdah Islamiyah Sulbar, yang secara konsisten menghadirkan dakwah edukatif dalam rangka penguatan ketahanan keluarga muslim. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, sebagai guest speech. 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. “Keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak. Dari keluargalah nilai, karakter, dan kualitas sumber daya manusia dibentuk untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Rezky Murwanto.

Sementara itu, Dr. H. M. Qasim Saguni yang hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi tentang peran strategis orang tua dalam pengasuhan dan pendidikan anak.  Ia menegaskan bahwa keberhasilan bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan pembinaan akhlak sejak dini di lingkungan keluarga. “Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan akhlak. Jika keluarga kuat, maka bangsa akan kokoh,” tegas Dr. Qasim Saguni.

Pelaksanaan Tabligh Akbar dengan format hibrid memungkinkan partisipasi yang lebih luas, baik dari jamaah yang hadir langsung maupun peserta yang mengikuti secara daring, sehingga pesan dakwah dan edukasi keluarga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat M. Yamin Saleh selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Sulawesi Barat atas sinergi dan kolaborasi kelembagaan yang telah terjalin dalam berbagai program sosial dan pembinaan keluarga selama ini. 

“Kami mengapresiasi BKKBN Sulbar atas sinergi yang terus terbangun. Kolaborasi ini sangat penting dalam upaya bersama membina dan memperkuat ketahanan keluarga,” ujar M. Yamin

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Kepala BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, yang dinilai konsisten meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pembangunan keluarga di lingkungan Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Rezky Murwanto yang selama ini selalu membersamai dan berbagi wawasan tentang pembangunan keluarga kepada keluarga besar Wahdah Islamiyah Sulbar,” tutupnya.

Berita | 31 Jan | Selengkapnya ...

Mukerda IX Wahdah Islamiyah Mamasa Sukses, Bukti Toleransi dan Eksistensi Dakwah di Daerah Minoritas

Mamasa – Meski berada di wilayah dengan penduduk minoritas Muslim, keberadaan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Wahdah Islamiyah terus menunjukkan eksistensinya dalam menebar manfaat dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Hal ini tercermin dalam suksesnya pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IX Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Mamasa yang digelar pada Ahad, 11 Januari 2026.

Mukerda IX tahun ini mengusung tema “Bersatu Berjuang, Menjaga dan Memajukan Mamasa Mamase”. Tema-tema tersebut menjadi semangat bersama dalam memperkuat peran dakwah yang inklusif, santun, dan diperlukan pada kearifan lokal.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamasa, Muhammad Faisal, dalam perayaannya menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya Mukerda ini. Ia berharap tema yang diusung mampu meningkatkan semangat juang dalam menjaga dan memajukan program amal jama'i Wahdah Islamiyah ke depan, dengan tetap membawa nilai-nilai Mamase dalam setiap gerak dakwah.

“Mamase adalah nasehat penuh hikmah, kasih sayang, dan akhlak terpuji. Nilai ini menjadi bekal penting, baik bagi pribadi maupun lembaga, agar mampu membaur dan diterima di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Ia juga pentingnya komitmen dalam mengemban amanah dakwah. Menurutnya, keterlibatan dalam perjuangan dakwah hendaknya menjadi prioritas yang diluangkan dengan kesungguhan, bukan sekadar mengisi waktu luang.

Sementara itu, Ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Ustaz Irwanto Ardy, yang ikut mendampingi Mukerda IX tersebut, menegaskan bahwa musyawarah kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Mukerda ini adalah wujud tanggung jawab dan kesungguhan kita dalam menata langkah, merumuskan program, serta memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat mengandung pesan besar tentang pentingnya persatuan dan perjuangan bersama. Dakwah tidak dilakukan secara perorangan, melainkan dalam barisan yang terorganisir, dengan tujuan menjaga dan memajukan negeri tercinta.

“Semangat Mamasa yang Mamase adalah semangat yang hangat, merangkul, bersaudara, kuat dalam nilai namun lembut dalam cara. Inilah wajah dakwah yang kita hadirkan,” tuturnya.

Melalui Mukerda IX ini, Wahdah Islamiyah Mamasa diharapkan mampu melahirkan ide dan gagasan yang konstruktif, memperkuat ruhiyah, serta menghadirkan program-program dakwah yang adaptif, inspiratif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (akb)

Berita | 15 Jan | Selengkapnya ...

Mukerda VI Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah, Mengusung Misi Dakwah, Pendidikan, dan Penguatan Kegiatan

Topoyo — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah melaksanakan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke-VI pada Minggu (11/1/2025). 

Kegiatan ini berlangsung di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.

Pelaksanaan Mukerda tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Mahyuddin. Kehadirannya disambut oleh jajaran pengurus serta kader Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah.

Forum musyawarah kerja daerah ini menjadi sarana konsolidasi organisasi dalam menyusun arah dan program kerja Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah satu tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Mahyuddin menyampaikan bahwa kehadiran Wahdah Islamiyah di Mamuju Tengah disambut secara positif oleh pemerintah daerah. Ia berharap Wahdah Islamiyah dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan umat, khususnya melalui tiga pilar utama, yaitu dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Menurutnya, keberadaan Wahdah Islamiyah di tengah masyarakat merupakan implementasi dari nilai-nilai rahmatan lil 'alamin, yakni membawa rahmat dan kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mahyuddin menegaskan bahwa kontribusi Wahdah Islamiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial sangat sejalan dengan kebutuhan pembangunan karakter serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Mamuju Tengah.

Selain itu, ia berharap Wahdah Islamiyah dapat terus berperan sebagai perekat umat dan menghadirkan kesejukan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mewakili Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada Wahdah Islamiyah atas kontribusinya selama ini,” ujarnya 

Lebih lanjut, Mahyuddin juga menunjukkan kontribusi nyata kader Wahdah Islamiyah yang telah berkiprah di pemerintahan daerah. Salah satunya wakil ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah, Imansyah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Kabupaten Mamuju Tengah.

“Saya banyak berdiskusi dengan beliau, khususnya dalam memperdalam pemahaman keagamaan,” ungkap Mahyuddin. 

Melalui Mukerda VI ini, Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah diharapkan semakin memperkuatnya dalam dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial demi terwujudnya masyarakat yang religius, berkarakter, dan sejahtera.

Berita | 15 Jan | Selengkapnya ...

Wahdah Islamiyah Mamuju Apresiasi Himbauan Bupati, Terkait Larangan Pesta Miras dan Kembang Api

Mamuju – Wahdah Islamiyah menyampaikan apresiasi atas himbauan Bupati Mamuju yang melarang pelaksanaan pesta minuman keras (miras) dan pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Himbauan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta moral masyarakat di Kabupaten Mamuju.

Meski demikian, Wahdah Islamiyah mencatat bahwa pelaksanaan himbauan tersebut belum sepenuhnya berjalan sebagaimana yang diharapkan. Masih ditemukan aktivitas masyarakat yang tidak sejalan dengan semangat larangan tersebut. Oleh karena itu, Wahdah Islamiyah berharap ke depan himbauan ini dapat direalisasikan secara lebih optimal melalui kebijakan resmi Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Menurut Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju Ust. Muhammad Ali, upaya pengendalian dan pemberantasan peredaran miras merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Sebab, miras kerap menjadi pemicu berbagai penyakit sosial di tengah masyarakat, seperti tindak kriminalitas, kekerasan, kecelakaan, serta rusaknya tatanan moral generasi muda. ungkap Ust. Muhammad Ali (01/01/2036) 

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara, dalam menjaga keamanan dan ketenteraman daerah. Sinergi yang kuat antara tokoh agama dan pemerintah diyakini mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat, serta mencegah berbagai bentuk kemudaratan.

Melalui momentum ini, Wahdah Islamiyah Mamuju mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kebijakan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, religius, dan bermartabat. 

Dengan komitmen bersama, diharapkan Kabupaten Mamuju dapat terbebas dari dampak negatif miras dan berbagai perilaku yang merugikan kehidupan sosial masyarakat" pungkas

Berita | 01 Jan | Selengkapnya ...

Mukerwil XI Wahdah Islamiyah Sulbar Digelar Secara Virtual

Mamuju - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) ke-XI secara hibrid, yang diikuti oleh pengurus daerah Wahdah Islamiyah dari enam kabupaten se-Sulawesi Barat. (21/12/2025) 


Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan arah gerak organisasi di tingkat wilayah. Pelaksanaan Mukerwil XI tersebut, didampingi langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah yang diwakili Ust. Akino Iskandar yang berperan sebagai pengarah jalannya musyawarah, guna memastikan kesinambungan visi, misi, serta kebijakan organisasi secara nasional dan daerah.K

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh, menyampaikan bahwa Mukerwil merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah berjalan, sekaligus menyusun perencanaan strategis untuk satu tahun ke depan. 

M. Yamin berharap hasil musyawarah ini mampu melahirkan program-program yang lebih adaptif dan berdampak luas bagi umat dan masyarakat. 

Dalam sambutannya, Yamin juga menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus departemen selama tahun 2025. Menurutnya, berbagai capaian signifikan telah berhasil diwujudkan oleh Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, mencakup bidang pendidikan, dakwah, sosial keagamaan, hingga kesehatan.“ 

Alhamdulillah, banyak hal yang telah kita capai bersama sepanjang tahun ini. Salah satu capaian penting adalah pembangunan fasilitas kesehatan di Mamuju sebagai bentuk kontribusi nyata Wahdah Islamiyah dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Mukerwil XI ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang evaluasi internal, tetapi juga menjadi penguat komitmen seluruh pengurus untuk terus menghadirkan program-program yang solutif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan umat di Sulawesi Barat. (akb) 

Berita | 21 Dec | Selengkapnya ...

Pemeriksaan Kesehatan Warnai Nobar Silatnas dan Pembukaan Mukernas XVIII Wahdah Islamiyah di Mamuju

Mamuju - Layanan pemeriksaan kesehatan warnai kegiatan nonton bareng Silaturahmi Nasional dan Pembukaan Mukernas XVIII Wahdah Islamiyah di Mamuju. Sabtu, (15/11/2025) 

Suasana kebersamaan dan semangat silaturahmi mewarnai kegiatan nonton bareng Silaturahim Nasional (Silatnas) dan Pembukaan Mukernas XVIII Wahdah Islamiyah yang digelar oleh DPD Wahdah Islamiyah Mamuju. Bertempat di Masjid Al-Ihsan, ratusan kader dan simpatisan hadir memeriahkan agenda tahunan tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, pengurus Departemen Sosial dan Kesehatan DPD Wahdah Islamiyah Mamuju turut membuka layanan medical check-up gratis di lokasi nobar. Layanan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, hingga konsultasi kesehatan dasar. Kehadiran pos layanan tersebut mendapatkan apresiasi dari para peserta, terutama mereka yang memanfaatkan momentum ini untuk memantau kondisi kesehatannya.

Kegiatan nobar ini menjadi lebih meriah dengan antusiasme seluruh kader dan simpatisan yang hadir, menciptakan suasana hangat dan penuh kekompakan. Selain menyimak rangkaian Silatnas dan pembukaan Mukernas XVIII, para peserta juga memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat ukhuwah dan meneguhkan komitmen dakwah di daerah.

Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah Mamuju tidak hanya berfokus pada penguatan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses. Semangat kolaborasi dan kepedulian ini diharapkan terus menjadi identitas gerakan dakwah di Sulawesi Barat. (akb)

Berita | 15 Nov | Selengkapnya ...

WIZ Sulbar Terima Izin Operasional dan Ikuti Rapat Sinkronisasi Data Mustahik di Kanwil Kemenag Sulb



Mamuju — Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Sulawesi Barat kembali meneguhkan komitmennya dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat dengan turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Data Mustahik yang dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (07/11/2025).

Kegiatan yang bertujuan menyatukan data mustahik melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DATASEN) ini dihadiri oleh berbagai lembaga, di antaranya Baznas Provinsi dan Kabupaten se-Sulawesi Barat, Lembaga Amil Zakat perwakilan daerah, Bapperida Provinsi Sulbar, Dinas Sosial Provinsi Sulbar, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, Dr. Adnan Nota, menegaskan pentingnya validitas dan integrasi data mustahik guna mendukung efektivitas pengelolaan dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya.

> “Data yang valid dan terintegrasi menjadi kunci dalam memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Adnan Nota.

Pada momentum yang sama, WIZ Sulbar juga menerima kembali Surat Keputusan (SK) Izin Operasional dari Kanwil Kemenag Sulawesi Barat. SK tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Adnan Nota kepada perwakilan WIZ Sulbar sebagai bentuk pengakuan resmi atas kiprah dan profesionalitas lembaga dalam pengelolaan dana ZIS di wilayah Sulawesi Barat.

Dr. Adnan Nota turut berpesan agar dengan diperbaharuinya izin operasional ini, WIZ Sulbar dapat semakin meningkatkan kontribusi dan inovasi dalam pemberdayaan mustahik serta berperan aktif dalam program pengentasan kemiskinan di daerah.

Kehadiran WIZ Sulbar dalam forum strategis ini menjadi wujud nyata komitmen lembaga dalam memperkuat kolaborasi antarinstansi, sekaligus memastikan pengelolaan zakat berjalan transparan, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berita | 09 Nov | Selengkapnya ...

Peran Strategis Website Bagi Lembaga Dakwah dan Organisasi

Mamuju — Departemen Media dan Komunikasi (Medikom) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat menggelar musyawarah koordinasi secara virtual dengan agenda pengadaan website di tingkat DPW dan DPD se-Sulawesi Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Medikom DPW serta para ketua DPD Wahdah Islamiyah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat.

Musyawarah tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam membangun sistem informasi dan publikasi yang terpadu melalui media digital.

Dalam arahannya, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Ustaz M. Yamin Saleh, menegaskan pentingnya keberadaan website bagi setiap lembaga dakwah. Menurutnya, website tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi juga sebagai media yang dapat memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga.

“Website menjadi wajah resmi lembaga di ruang digital. Melalui platform ini, kita dapat menyampaikan informasi secara transparan, membangun kepercayaan (trust), serta memperluas jangkauan dakwah dan layanan sosial kita,” ujar Ustaz M. Yamin Saleh.

Para ketua DPD Wahdah Islamiyah se-Sulawesi Barat menyambut positif program pengadaan website yang diinisiasi oleh Departemen Medikom. Mereka menilai langkah ini sebagai upaya nyata untuk memperkuat jaringan komunikasi, dokumentasi, dan publikasi di seluruh tingkatan struktur organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud sinergi antara DPW dan DPD dalam pengelolaan media digital, sehingga dakwah dan program kerja Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat dapat tersampaikan secara lebih luas, profesional, dan berdaya guna. akb

Berita | 04 Nov | Selengkapnya ...

Tarbiyah Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Tengah Fragmentasi Sosial

Di tengah kompleksitas tantangan sosial yang semakin meningkat, fragmentasi masyarakat yang kian tajam, dan perpecahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan, tarbiyah menjadi salah satu solusi yang efektif untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antar umat Islam. 

Melalui pendidikan agama yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif, tarbiyah diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghargai meskipun terdapat perbedaan.

Fragmentasi Sosial yang Semakin Terasa

Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, menghadapi berbagai tantangan sosial yang dapat mempengaruhi persatuan umat. Fragmentasi sosial yang terjadi dalam masyarakat, baik akibat perbedaan pandangan politik, aliran agama, etnisitas, hingga status sosial-ekonomi, berpotensi memecah belah umat. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan dan perpecahan antar kelompok masyarakat semakin meningkat, dan ini mengancam ukhuwah Islamiyah yang selama ini menjadi landasan kuat bagi masyarakat Muslim.

Pergeseran nilai-nilai sosial, serta munculnya kelompok-kelompok yang menganut paham radikal, memperburuk keadaan, dan menjadi tantangan besar bagi umat Islam dalam menjaga persatuan. Dalam konteks ini, penting bagi umat untuk kembali ke prinsip-prinsip ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang, keadilan, dan persatuan.

Tarbiyah Sebagai Solusi

Tarbiyah, yang berasal dari bahasa Arab dan berarti pendidikan atau pembinaan, memiliki peran vital dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Tarbiyah mengajarkan umat Islam untuk memandang perbedaan sebagai suatu hal yang harus diterima dan dihargai, bukan sebagai pemicu perpecahan. Pendidikan agama yang komprehensif ini tidak hanya meliputi aspek pengetahuan agama semata, tetapi juga mencakup pembentukan akhlak, karakter, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Islam yang mengedepankan kedamaian dan toleransi.

Sejumlah pakar agama dan pendidik Islam mengungkapkan bahwa tarbiyah yang berbasis pada nilai-nilai moderasi Islam dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan toleran, tarbiyah tidak hanya membentuk individu yang berpengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga membangun kesadaran sosial yang tinggi untuk menjaga persatuan.

Pentingnya Dialog dan Kerja Sama

Dalam rangka menguatkan ukhuwah Islamiyah, tarbiyah juga menekankan pentingnya dialog antar kelompok dan individu. Pendidikan agama yang berbasis pada tarbiyah mengajarkan umat untuk berbicara, berdiskusi, dan saling menghargai perbedaan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang damai. Dialog antar kelompok ini penting untuk meredam ketegangan yang mungkin timbul akibat perbedaan ideologi, dan untuk membangun pemahaman yang lebih baik antara sesama umat Islam.

Selain itu, tarbiyah juga mengajarkan pentingnya keadilan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam membangun persatuan, terutama di tengah ketidaksetaraan sosial yang seringkali menciptakan jarak antara berbagai kelompok. Pendidikan yang mengajarkan keadilan membantu membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama dan lebih siap untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah bersama.

Masyarakat Muslim Harus Berperan Aktif

Dalam mewujudkan ukhuwah Islamiyah yang kuat, tarbiyah bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan agama, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kegiatan dakwah yang moderat, pemahaman agama yang mendalam, serta sikap saling tolong-menolong antara sesama umat harus dijalankan dengan konsisten. Melalui pendidikan agama yang baik dan pembinaan yang berkelanjutan, umat Islam dapat memperkuat ikatan ukhuwah yang lebih kokoh dan mengatasi fragmentasi sosial yang terjadi.

Kesimpulan

Tarbiyah merupakan salah satu solusi utama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah fragmentasi sosial. Dengan pendekatan pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keadilan, tarbiyah dapat membantu menciptakan umat yang lebih bersatu, meskipun terdapat perbedaan. Dalam dunia yang semakin terpecah ini, penguatan ukhuwah Islamiyah akan menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis, serta mampu mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Maka dari itu, penting bagi umat Islam untuk terus memperkuat pemahaman agama melalui tarbiyah yang benar dan moderat, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi tercapainya persatuan dan kesejahteraan bersama.

Ali Akbar

Mamuju, 05 Februari 2025


Berita | 05 Feb | Selengkapnya ...

Targab Nasional, Ribuan Halaqah Online Mengguncang Seluruh Indonesia

Mamuju - Sejumlah kader Wahdah Islamiyah di Mamuju, Sulawesi Barat turut antusias mengikuti tarbiyah gabungan nasional secara online yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan Mamuju. 

Pengurus pusat Wahdah Islamiyah kembali menggelar kegiatan online Tarbiyah Gabungan Nasional yang melibatkan ribuan halaqah dari seluruh penjuru Nusantara. Ahad, (02/02/2024)

Acara yang diselenggarakan secara daring ini menjadi momentum besar, mempertemukan peserta dari berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Papua, dalam satu wadah ukhuwah yang kuat dan penuh semangat.

Dengan tema "Mengokohkan Soliditas dan Kolaborasi menyukseskan GSD untuk Indonesia Maju yang Berkah" Tarbiyah Gabungan Nasional sukses menyatukan ribuan peserta dalam sesi halaqah online yang berlangsung serentak melalui platform media zoom meeting.

Para peserta mendapatkan ilmu dan penguatan spiritual dari Ketua umum Wahdah Islamiyah, Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc.,M.A. serta berbagi pengalaman dalam upaya membangun generasi cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.

“Ini adalah momentum luar biasa yang membuktikan bahwa meski jarak memisahkan, semangat untuk belajar dan berbagi kebaikan tak mengenal batas. Tarbiyah gabungan telah menjadi kekuatan yang menghubungkan hati-hati kami, membangkitkan semangat juang yang tak terhingga,” ujar salah satu peserta asal Papua.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan wawasan ilmu, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar umat, menguatkan solidaritas antar daerah, dan mendorong lahirnya gerakan dakwah yang lebih inklusif dan menyeluruh. 

Tarbiyah gabungan nasional Wahdah Islamiyah telah menunjukkan bahwa, dengan teknologi, ukhuwah bisa terus berkembang, bahkan dalam masa yang penuh tantangan ini.

Semangat kebersamaan dan kekuatan ilmu yang dibangun melalui halaqah-halaqah tarbiyah ini, dipastikan akan membawa dampak positif bagi pembangunan karakter dan kemajuan umat di Indonesia. Sebuah langkah besar untuk masa depan peradaban Islam yang lebih cerah. (ali akbar)


Berita | 02 Feb | Selengkapnya ...
Dengarkan Streaming Online

 Radio Wahdah

Dakwah - Pendidikan - Sosial - Kesehatan

Ormas Islam Bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah

Profil


DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat

Jl. Musa Karim No. 32 Mamuju